Revitalisasi Teluk Benoa

Tentang Teluk Benoa

Teluk Benoa merupakan teluk yang terletak di selatan Pulau Bali dan berada di kawasan perairan seluas +/-1400 ha, dan dikelilingi oleh hutan mangrove seluas +/- 1375 ha.

Kawasan Teluk Benoa yang merupakan koridor pembangunan Bali adalah kawasan destinasi pariwisata, yang berdekatan dengan kawasan Nusa Dua, Kuta, Sanur, dan Tanjung Benoa dan merupakan kawasan yang strategis.

Kawasan Teluk Benoa juga unik bila ditelaah dari sisi lingkungan dan nilai ekologisnya, karena kawasan ini merupakan perairan pasang surut, sehingga memiliki keanekaragaman flora dan fauna, dan salah satu yang utama adalah ditumbuhi berbagai jenis vegetasi Mangrove.

Teluk Benoa juga merupakan muara dari 5 Daerah Aliran Sungai yang terdiri dari 2 sungai Besar (Tukad Mati, Tukad Badung) dan 11 anak sungai (intermiten).

Mengapa Teluk Benoa Perlu di Revitalisasi ?

Pada dasarnya, pesatnya pembangunan untuk menunjang pariwisata Bali menyebabkan lahan pertanian produktif semakin terancam, oleh sebab itu diperlukan solusi pengadaan lahan untuk mengimbangi pertumbuhan Bali.

Kawasan Teluk Benoa yang merupakan Muara dari 5 Daerah Aliran Sungai (DAS), akibat tata cara kelola sampah dan limbah yang belum terintergrasi dengan baik, menyebabkan terjadinya pendangkalan yang bertambah setiap tahunnya. Sedimen-sedimen hasil bawaan dari hulu yang terus menerus secara masif ke kawasan Teluk Benoa menyebabkan arus air semakin lambat atau dibeberapa titik sudah tidak mengalir.

Penumpukan sedementasi yang bertambah setiap tahunnya dan pengerasan endapan lumpur yang mengikutinya akan menghalangi alur air laut dan asupan nutrien untuk sampai ke Mangrove. Bila berkelanjutan, sudah pasti mengancam keberlangsungan ekosistem Mangrove di kawasan Teluk Benoa.

Kondisi Teluk Benoa yang strategis namun tidak produktif ini sudah tidak ditumbuhi terumbu karang, endapan lumpur yang masif dan tidak ada biota laut yang dilindungi memerlukan suatu upaya dari masyarakat dan pemerintah untuk memulihkan kondisi kawasan ini.

Hal yang sama juga memberikan dampak kepada para pengusaha watersport dan nelayan yang menggantungkan mata pencaharian hidupnya di sekitar teluk benoa sehingga tercipta ide bahwa Teluk Benoa harus direvitalisasi dengan mengutamakan konsep yang ramah lingkungan.

PT. Tirta Wahana Bali Internasional

"Di darat, di sekitar kawasan itu banyak terjadi pencemaran, kualitas air menurun, sampah yang menumpuk dimana-mana. Melalui perbaikan dan pemulihan di Teluk Benoa, akan ada nilai lebih bagi masyarakat sekitar, yakni ada tambahan ruang terbuka hijau, ada nilai ekonomis, ada juga nilai sosial, budaya dan religius."

- Prof. Dr. Ir. Dietrich Geoffrey Bengen, DEA
Guru besar Fakultas Perikanan dan ilmu Kelautan IPB & Ahli Pengelolaan Pesisir